MIGRASI KE KOEKSISTENSI : MEMAHAMI DINAMIKA POPULASI DAN RESILIENSI MODERASI BERAGAMA DI JEMBRANA

Authors

  • Abd. Hamid Author

Abstract

Secara sociocultural, Jembrana adalah Kabupaten unik karena
pluralitasnya yang kontras dengan narasi homogenitas Hindu Bali
pada umumnya. Keberadaan komunitas Muslim Loloan (sekitar
26% populasi) dan kantong-kantong Kristen di Jembrana Barat
sehingga menciptakan dinamika koeksistensi yang berbeda dari
wilayah Bali lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
mekanisme resiliensi moderasi beragama di Jembrana melalui
tinjauan dinamika historis populasi dan peran institusi lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-historis dengan
analisis deskriptif-analitis. Data bersumber dari studi literatur, data
demografi BPS/DUKCAPIL, serta tinjauan terhadap praktik
akulturasi budaya. Temuan menunjukkan bahwa resiliensi
moderasi di Jembrana ditopang oleh tiga pilar utama: (1) Akar
sejarah migrasi etnis Bugis-Melayu yang membentuk komunitas
Muslim native-born yang terakulturasi; (2) Sinkretisme praktis
dalam bentuk tradisi Ngejot, dialek Melayu Loloan, dan arsitektur
rumah panggung; serta (3) Peran strategis Desa Adat yang
mengakomodasi warga non-Hindu melalui hukum adat yang
inklusif. Meskipun demikian, Jembrana menghadapi tantangan
kontemporer berupa polarisasi digital dan migrasi ekonomi yang
berpotensi menimbulkan gesekan horizontal jika tidak dikelola
dengan mitigasi sosial yang tepat. Jembrana berhasil membuktikan
bahwa pluralitas demografi dapat menjadi modal sosial melalui
penguatan institusi lokal dan penjagaan memori kolektif
akulturasi.
Kata Kunci: Jembrana, Pluralitas, Moderasi Beragama, Loloan,
 Desa Adat, Resiliensi Sosial.

Downloads

Published

2025-10-30

Issue

Section

Articles